Selasa, 22 Agustus 2017

Bukan Perokok Tapi Pencinta Kopi


Sempat jadi bahan bully teman katanya ga ngrokok tapi ngopi, kesannya aneh dikiranya perokok ini sepaket dengan pecinta kopi, kesannya lucu, itu sih dalam pergaulan anak muda kali ya..kalau kopi trennya sekarang menikmati bersantai ria di cafe, dirumah setelah seharian beraktifitas.

Kopi ini juga menginspirasi hidup ini harus seimbang, minum kopi kebanyakan gula ga enak kebanyakan kopi juga ga enak, takarannya harus pas. mungkin pecinta kopi yang sudah merasakan nikmatnya kopi, akan terlalu tersadar tentang makna hidup ini setelah terinspirasi dari kopi.

Saya sendiri waktu mudanya tidak pernah ngopi, tidak pernah teh, gara-gara sering bergadang karena waktu itu kalau malam kamling gantian jagain anak buatin susu, kalau malam banyak meleknya, lalu meleknya biar tidak bosan sambil buka laptop ngeblog cari peluang, terasa tenaganya kurang teringat pesan orang tua untuk ngeteh manis atau ngopi.

Sudah pada umumnya diketahui orang minum kopi biar tidak ngantuk, saya mulai minum kopi, benar kuat jarang tidur sehat. waktu itu belum tahu nikmatnya kopi, hanya minum tujuannya biar tidak ngantuk.

Keseringan ngopi dan ganti-ganti merk kopi baru berasa ternyata ada rasa tersendiri pada kopi hitam, sejak itulah saya suka ngopi karena citra rasa kopi.

Tidak berasa ngopi hitam sachetan, kok kadang aneh, seperti sudah minum tetap ngantuk, rasanya kadang ga ada nikmatnya, tahunya kopi sachetan itu ya murni kopi, eh ternyata tidak, kopi yang dijual diwarung tidak menjamin 100 % murni, saya baca sachetan hanya 25% lho kok bisa, tahu setelah berkenalan dengan petani kopi sekaligus produsen kopi bubuk murni arabika harga jauh lebih mahal yang kemasan 100 gram saja 25 ribu.

Saya terkadang berpikir, inikah bimbingan yang maha kuasa kepada saya untuk menjaga kesehatan, salah satunya kebiasaan minum kopi, diperhatikan kopinya apakah alami atau tidak, sehat dikonsumsi atau tidak. kemudian iseng minta sampel bubuk kopinya dikasih 2 bungkus kemasan 100 gram, coba seduh rasanya memang beda, dan rasanya seperti tidak mau berpindah lagi ke kopi sachetan lainnya.

Kopi arabika pemalang gunungsari yang saya coba, kopi bubuk murni dari dataran lereng gunung slamet, pertama sekali mencoba melek sampai susah tidur, bagi yang ngopi jangan malam hari, kecuali mau lembur sampai pagi, bisa dites kopi gunungsari Pemalang ini.

Apa bedanya dengan kopi lain, simak selengkapnya disini beda kopi gunungsari pemalang dengan kopi lainnya.

Sekian cerita hari ini mudah-mudahan ada manfaatnya.


Cicipi Kopi dari Pertanian Lereng Gunung Slamet, Kopi Gunungsari, 100% Kopi Bubuk Murni diolah secara tradisional dari biji kopi pilihan untuk menciptakan rasa kopi yang lebih alami pesan sekarang klik disini Kopi bubuk Murni Gunungsari Harga 25ribu Pemesanan Kopi Gunungsari Telp/sms : 0896 7299 7768 WA : 0856 4093 0969





Agus Supriyono

Author & Editor

Blog membahas ada apa dengan kopi dan sekaligus jualan kopi gunungsari asli Pemalang harga 25ribu order WA : 0856 4093 0969 HP Telp/sms : 0896 7299 7768

0 komentar:

Posting Komentar

 

Cicipi Kopi dari Pertanian Lereng Gunung Slamet, Kopi Gunungsari, 100% Kopi Bubuk Murni diolah secara tradisional dari biji kopi pilihan untuk menciptakan rasa kopi yang lebih alami pesan sekarang klik disini Kopi bubuk Murni Gunungsari Harga 25ribu Pemesanan Kopi Gunungsari Telp/sms : 0896 7299 7768 WA : 0856 4093 0969

biz.